Komite
Ekonomi dan Industri Indonesia (KEIN) menolak rencana pemerintah untuk
memberikan pelonggaran atau relaksasi terhadap izin ekspor mineral dan
batu bara (minerba). Sebab, proses hilirisasi harus dikedepankan untuk
menciptakan nilai tambah bagi komoditas tambang ini, yaitu dengan
membangun pabrik pengolahan dan pemurinian mineral atau smelter.
Ketua
KEIN Soetrisno Bachir mengatakan relaksasi izin ekspor minerba
bertentangan dengan semangat penciptaan nilai tambah bagi produk
pertambangan. Oleh karena itu, KEIN mengusulkan kepada Presiden Joko
Widodo untuk menolak rencana tersebut.
"KEIN sangat tidak setuju dengan rencana relaksasi ekspor mineral dan batu bara," kata Soetrisno kepada Katadata usai acara Workshop Media, di Hotel Novotel, Bogor, Minggu, 14 Agustus 2016.
http://katadata.co.id/berita/2016/08/15/jokowi-disarankan-tak-longgaran-izin-ekspor-minerba

Tidak ada komentar:
Posting Komentar