Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mochtar Tompo
mengkritik sikap Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba)
Bambang Gatot yang dinilai lebih berpihak kepada PT Freeport
Indonesia. Salah satu contohnya bisa dilihat dari kebijakan pemerintah
yang masih saja terus memberi izin perpanjangan ekspor konsentrat pada
Freeport.
Dalam undang-undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan
Batubara, Freeport seharusnya tidak boleh melakukan ekspor mineral
apabila belum membangun smelter. Namun kenyataannya beleid tersebut
seolah hanya sebuah formalitas karena pemerintah memberi izin ekspor
mineral tanpa adanya kejelasan pembangunan smelter.
"Pak Dirjen Minerba beberapa kali hadir menjelaskan ini yang tidak
sesuai disampaikan ini. Bapak mewakili pemerintah tentunya tampil untuk
membela kepentingan negara. Kesejahteraan rakyat. Jangan kita
dipertontonkan dengan sebuah sikap kebodohan yang rakyat pasti sudah
tahu," ujarnya di Gedung Nusantara I, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/12).
"Jadi tidak usah dengarkan banyak penjelasan dari Freeport dan
Petrokimia seolah diadu ini. Seolah kita dijebak di situ pak. Kita
diadu. Habis waktu kita," tambahnya.
Tompo menjelaskan, pemerintah seharusnya konsisten dengan apa yang
sudah dinyatakan. Sebab, sudah seharusnya Freeport membangun pabrik
pemurnian sesuai perjanjian perpanjangan izin ekspor yang diperpanjang
pada 26 Januari 2015 lalu.
"Dirjen minerba tolong lihat baik baik dan pernyataan bapak ini
terekam dengan baik di komisi VII, yang pasti penjelasan ini berbeda
dengan penjelasan Sudirman Siad waktu jadi menteri pada saat itu, beda
juga dengan pak Pak Luhut dan beda dengan Dirjen Minerba. Saya minta
ketegasan sikap pemerintah saja. Nggak usah minta banyak penjelasan
dengan Freeport. Ini dimasukan tanggal persetujuan 26 januari 2015, ini
kan persetujuan yang paling terbaru. Seolah kita berikan kebijakan
kemarin. Hampir setahun kita berharap ternyata hanya persoalan ini yang
tidak jelas ini. Ini jelas pelanggaran UU," pungkasnya.
https://www.merdeka.com/uang/dpr-tuding-dirjen-minerba-esdm-lebih-berpihak-ke-freeport.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar