Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan izin ekspor
produk tambang mineral mentah tanpa harus diolah terlebih dahulu di
dalam negeri.
Meski melanggar UU Minerba karena belum membangun pabrik pengolahan dan
pemurnian (smelter), namun bisa selamatkan pengusaha tambang akibat
tidak ada pemasukan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa
Roeslani menilai pemerintah punya alasan tertentu memberikan relaksasi
di sektor minerba.
Selama bisa membuka lapangan kerja, Rosan setuju adanya izin ekspor
bahan baku mineral mentah.
"Bisa menciptakan lapangan kerja baru kenapa nggak," ujar Rosan di
Rakernas Kadin, Jakarta, Selasa (1/11/2016) malam.
Rosan menjelaskan semua aturan bisa direvisi dengan mudah, jika untuk menyelamatkan pelaku dunia usaha. Karena situasi ekonomi seperti ini, Rosan menilai pemerintah sudah mengambil langkah yang tepat. "Semua bukan harga mati, dinamika tinggi dunia usaha, azas manfaatnya harus lebih banyak," ungkap Rosan. Ke depan, Rosan berharap pemerintah bisa membuat regulasi yang baik tanpa memberatkan pengusaha di sektor minerba. Pasalnya saat ini Rosan melihat pemerintah tidak konsisten dalam menjalankan aturan dari UU Minerba yang mewajibkan adanya pengolahan di dalam negeri sebelum diekspor.
"Kalau harus ada review perbaikan kenapa nggak. Sekarang ini tidak konsisten, kita harapkan ke depan pemerintah konsistensi," kata Rosan.
Rosan menjelaskan semua aturan bisa direvisi dengan mudah, jika untuk menyelamatkan pelaku dunia usaha. Karena situasi ekonomi seperti ini, Rosan menilai pemerintah sudah mengambil langkah yang tepat. "Semua bukan harga mati, dinamika tinggi dunia usaha, azas manfaatnya harus lebih banyak," ungkap Rosan. Ke depan, Rosan berharap pemerintah bisa membuat regulasi yang baik tanpa memberatkan pengusaha di sektor minerba. Pasalnya saat ini Rosan melihat pemerintah tidak konsisten dalam menjalankan aturan dari UU Minerba yang mewajibkan adanya pengolahan di dalam negeri sebelum diekspor.
"Kalau harus ada review perbaikan kenapa nggak. Sekarang ini tidak konsisten, kita harapkan ke depan pemerintah konsistensi," kata Rosan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar